Buaya Terkapar di Mapolda Sumbar
PADANG--Cicak mengamuk buaya lansung tewas di Mapolda Sumbar, Padang jalan Jendral Sudirman Padang pada pukul 10.30 WIB. (4/11/2009)
Itulah aksi teaterikal Cinta Indonesia Cinta KPK (CiCak) Sumatera Barat di Mapolda Sumbar terkait kriminalisasi KPK yang dilakukan oleh jajaran Mabes Polri terhadap dua pimpinan KPK non aktif Bibit Srianto dan Chandra M Hamzah.
"Penyebaran hasil penyadapan KPK dalam sidang di MK sudah jelas bahwa polisi itulah yang melakukan rekayasa terhadap dua orang tampuk Pimpinan KPK yang saat ini dinonaktifkan," kata Koodinator Aksi CiCak Sumbar, Andi Desmon.
Dalam aksi yang mereka lakukan yang mendapat pengawalan ketat dari polisi tersebut menuntut agar segera menghentikan kriminalisasi terhadap dua orang komisioner KPK Bibit dan Chandradan penggiat anti korupsi lainnya oleh aparat penegak hukum terutama Polri.
Mereka juga meminta pada Polri bekerja secara profesional dan independent, serta semua orang yang masuk dalam rekaman penyadapan KPK yang ditayangkan dalam sidang MK untuk diusut secara tuntas oleh penegak hukum.
Serta Tim Pencari Fakta (TPF) kasus kriminaliasi KPK bekerja secara sungguh-sungguh dan tidak main-main. Dan menghimbau masyarakat Sumatera Barat untuk mendukung solidaritas ini dengan memberikan tabur bunga di depan Polda Sumbar sebagai simbol pendukung KPK dan keprihatinan atas mati surinya keadilan.
Aksi tersebut berkahir pada pukul 11.15 dengan menabur bunga di pintu gerbang Polda Sumbar serta menggotong salah satu peserta yang disimbolkan buaya yang tewas setelah dihajar Cicak yang dilengkapi oleh karangan bunga yang didalamnya terdapat foto buaya. Aksi tersebut terdiri dari 20 lembaga Ngo dan mahasiswa. (rus)